Pulang Kampung Membangun Negeri

Reviewku.web.id - Bermodal sekolah di luar negeri, tidak lantas membuat lupa akan kampung halaman. Berikut ini berapa anak muda Indonesia yang memilih pulang kampung membangun negeri setelah lulus dari sekolah di luar negeri.


1. Brian Limiardi - Head of Business Development Kioson

Brian Limiardi memutuskan untuk kembali ke Indonesia untuk kemudian bergabung dengan Kioson, startup Online to Offline (O2O) e-commerce yang berkomitmen sebagai penjembatan antara underserved market dengan dunia digital.

Salah satu lulusan terbaik University of Illinois at Urbana-Champaign jurusan Computer Engineering ini, merasa memiliki kesamaan misi dengan Kioson, yakni ingin merangkul lebih banyak masyarakat untuk mengenal dunia digital yang selama ini masih dirasa sulit bagi masyarakat di kota lapis kedua di Indonesia.

Sebelum bergabung dengan Kioson, Brian telah berkarier di Goldman Sachs New York City selama dua tahun sebagai Derivative Technology Analyst. Pehobi karting ini kemudian sempat menjalani masa studi MBA selama 1,5 tahun di Yale School of Management.

2. Garri Juanda - Co-Head of Marketplace Tokopedia

Garri sempat memutuskan untuk tidak kembali ke Boston untuk melanjutkan kuliah S2-nya jurusan administrasi bsinis di Harvard Business School pada tahun 2016, lantaran ingin memberikan kontribusi lebih di Tokopedia.

Pekerjaan yang dilakoni dalam periode singkat tiga bulan tersebut, membuat Garri terpacu untuk dapat terus membantu lebih banyak pelaku UMKM Indonesia maju dan sukses dengan cara berjualan online.

Sebelumnya, Garri sempat merintis karier di perusahaan e-commerce Jepang, Rakuten selama empat tahun. Dalam masa dua tahun pertama, kariernya melesat cepat. Garri yang sebelumnya diberikan tanggung jawab sebagai product manager kemudian dipromosikan sebagai lead corporate planning.

3. Haryanto Tanjo - CEO dan Co-Founder Moka

Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) seringkali mengalami hambatan dalam pengelolaan penjualan karena mereka masih menerapkan cara manual. Hal ini dirasakan pula oleh Haryanto Tanjo ketika menjalankan bisnis e-commerce di San Fransisco, California, Amerika Serikat.

Berangkat dari pengalamannya tersebut, Haryanto tercetus ide untuk membuat suatu solusi pembayaran terintegrasi dengan POS mobile yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai bidang usaha, utamanya pelaku UMKM dengan biaya yang terjangkau.

Ide ini dirasa sangat pas dengan kondisi pasar di Indonesia. Alumni UCLA Anderson ini kemudian meluncurkan Moka, startup point-of-sales mobile (mPOS) yang memberikan solusi bagi UMKM yang tidak memiliki modal atau investasi untuk sistem finansial digital.


4. Crystal Widjaja - SVP Business Intelligence Go-Jek

Perempuan berusia 26 tahun ini lahir dan besar di Texas, Amerika Serikat. Ketika usianya menginjak 24, dia mantap melangkahkan kaki ke Indonesia untuk bergabung dengan perusahaan aplikasi on-demand terbesar di Indonesia, Go-Jek.

Kini, Crystal diberikan tanggung jawab memimpin divisi business intelligence. Lulusan University of California, Berkeley jurusan Metode Empiris ini sebelumnya sempat bekerja di beberapa startup di California.

Dia juga sempat terlibat riset tentang ekosistem modal ventura, merger dan akuisisi dalam ekosistem startup. Pengalaman-pengalaman inilah yang memberikan banyak pelajaran baginya mengenai seluk beluk startup.

5. Zakka Fauzan Muhammad - VP Product Bukalapak

Alumni dari Freie Universitat Bozen, Italia, ini merupakan karyawan ke-17 yang bergabung dengan Bukalapak pada tahun 2013. Ketika memutuskan untuk bergabung dengan perusahaan rintisan yang dibangun oleh teman satu angkatannya sewaktu di Institut Teknik Bandung (ITB) ini, Bukalapak masih dalam tahap awal pengembangan.

Zakka diberikan kepercayaan untuk memegang tanggung jawab dalam hal product expansion yang kemudian membawa peningkatan pesat bagi Bukalapak yang di tahun 2017 lalu telah mencapai angka 11,2 juta pengguna dan lebih dari 1,3 juta penjual di akhir tahun 2016.

Sebelum bergabung dengan Bukalapak, Zakka banyak memiliki pengalaman dalam bidang pengembangan proyek dan system analyst/software developer di Bandung. Pergeseran kariernya tersebut rupanya menjadi tantangan tersendiri bagi pria yang juga rajin menulis blog ini.


Artikel Terkait

Pulang Kampung Membangun Negeri
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email